Ratusan Juta Dana Bumdes Sawa Kete Desa Afulu Belum Di SPj kan, Kadis PMD Bersama Inspektorat Akan Kelapangan.
Jumat, 06 Maret 2026
Nias Utara,Medanbintang//Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Nias Utara, A'aro'o Zalukhu ketika di minta tanggapannya pada Jumat, (6/3/2026) terkait ratusan dana Bumdes Afulu hasil cicilan perahu nelayan sampai sekarang belum di SPj kan,dia mengatakan akan turun kelapangan bersama Inspektorat untuk mengaudit,katanya.
Akibat dari kasus yang kini semakin viral itu,bantuan senilai Rp.70 juta yang seharusnya untuk Bumdes Afulu terpaksa dialihkan ke desa lain,tambah Kadis PMD
Diberitakan sebelumnya kalau Kepala Desa Afulu, Idham Saleh Zalukhu, mengaku kecewa terhadap Ketua Bumdes Sawakete yang telah ia tunjuk melalui surat keputusan (SK) beberapa tahun lalu.
Pasalnya, hingga akhir Februari 2026, laporan pertanggungjawaban kinerja pengurus Bumdes belum juga disampaikan kepadanya.
“Sampai sekarang dan sudah mau akhir Februari 2026, Ketua dan pengurus Bumdes Sawakete Desa Afulu belum melaporkan kepada saya hasil kerja mereka selama satu tahun,” kata Idham, Jumat (27/2/2026).
Idham menjelaskan, menjelang berakhirnya masa jabatannya sebagai kepala desa pada 2023 lalu, terdapat program desa yang dikelola Bumdes berupa bantuan 15 unit perahu untuk nelayan dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah.
Menurutnya, rencana awal program tersebut bersumber dari Dana Desa dengan sistem sewa kepada nelayan, di mana beban pembayaran diperkirakan hanya ratusan ribu rupiah per bulan.
Namun belakangan, ia mendengar informasi bahwa perahu yang semula direncanakan untuk disewakan justru dijual kepada nelayan dengan harga Rp12 juta per unit secara cicilan.
“Saya perkirakan hasil penjualan itu mencapai ratusan juta rupiah. Sekalipun tidak sesuai rencana awal, sampai sekarang pengurus Bumdes belum melapor,” ungkapnya.
Pada hari yang sama, awak media mengonfirmasi Bendahara Bumdes, Nyak Said Aceh, di kediamannya. Terkait program yang dikelola, ia menyebut kondisi berjalan aman.
Untuk program bantuan perahu, Nyak Said mengakui masih ada beberapa nelayan yang belum melunasi cicilan. Pihaknya, kata dia, terus berupaya menagih agar pembayaran segera diselesaikan.
Saat ditanya mengenai total dana hasil penjualan perahu, Nyak Said sempat terdiam.
“Wah, saya kurang ingat persis berapa jumlahnya karena sudah agak lama. Mungkin sekitar Rp135 jutaan,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa dana tersebut beserta buku rekening hingga kini tidak berada di tangannya sebagai bendahara, melainkan dipegang oleh Ketua Bumdes.
Sementara itu, Ketua Bumdes, Sonahia Gea, yang dihubungi melalui pesan WhatsApp untuk dimintai klarifikasi, belum memberikan respons hingga berita ini diterbitkan.
Masyarakat berharap adanya penjelasan terbuka terkait pengelolaan program Bumdes tersebut, termasuk ke mana dana ratusan juta rupiah dialokasikan, guna memastikan transparansi dan peningkatan pendapatan.(@satu)
