INALUM Perkuat Industri Hijau, PROPER Jadi Bukti Sinergi Energi Bersih & Dampak Sosial
oleh :
Nukman Sulaiman
Jurnalis Portal Medan & Medan Bintang Sumut
Medan.Bintang - Medan - PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) terus memperkuat posisinya sebagai pelopor industri aluminium berkelanjutan di Indonesia melalui capaian Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER). Perusahaan anggota holding industri pertambangan MIND ID itu menegaskan komitmen menghadirkan energi bersih, inovasi industri, serta dampak sosial yang bernilai bagi masyarakat.
Sejak 2022, INALUM tercatat telah meraih empat penghargaan PROPER Emas dan empat PROPER Hijau untuk unit Pabrik Peleburan serta Unit Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Raihan tersebut menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga kinerja lingkungan sekaligus melampaui standar kepatuhan regulasi.
PROPER merupakan instrumen evaluasi dari pemerintah yang menilai kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan. Penilaian mencakup pengendalian pencemaran air dan udara, pengelolaan limbah, efisiensi energi, penurunan emisi, konservasi air, perlindungan keanekaragaman hayati, hingga pemberdayaan masyarakat.
Direktur Utama INALUM Melati Sarnita menyatakan perusahaan berkomitmen menjalankan industri peleburan aluminium berkelanjutan melalui modernisasi teknologi, efisiensi energi, dan penguatan rantai pasok nasional.
“Upaya ini merupakan bagian dari penerapan industri hijau yang peduli dengan masyarakat. Bersama pemangku kepentingan kami berkomitmen memberikan kontribusi yang berkelanjutan untuk masyarakat,” ujarnya dalam keterangan perusahaan.
Komitmen tersebut diperkuat dengan pemanfaatan energi bersih dari PLTA sebagai sumber listrik utama proses produksi aluminium. Langkah ini menjadi keunggulan strategis INALUM di tengah meningkatnya tuntutan global terhadap produk rendah emisi karbon.
Di sisi operasional, perusahaan juga menjalankan efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, dan pengelolaan limbah secara berkelanjutan. Strategi tersebut tidak hanya mendukung daya saing industri nasional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok aluminium dunia yang semakin menuntut standar keberlanjutan tinggi.
Selain aspek lingkungan, INALUM mengembangkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di sekitar wilayah operasional. Program itu meliputi pemberdayaan UMKM, pendidikan, layanan kesehatan, serta pelestarian lingkungan.
Kepala Grup Layanan Strategis INALUM Daniel Hutahuruk mengatakan penerapan ESG bukan sekadar memenuhi regulasi, melainkan fondasi bisnis jangka panjang.
“Kami percaya bahwa kinerja operasional harus berjalan selaras dengan tanggung jawab terhadap lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta tata kelola yang transparan,” katanya.
Penguatan tata kelola perusahaan juga dilakukan melalui pelaporan keberlanjutan dan penerapan prinsip good corporate governance. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus menarik minat investor yang kini semakin mempertimbangkan indikator ESG dalam pengambilan keputusan.
Di tengah transisi energi global, capaian PROPER INALUM menjadi sinyal bahwa industri berat nasional mampu bergerak menuju ekonomi hijau tanpa mengabaikan kontribusi sosial dan pertumbuhan bisnis. Sebuah konsep langka: pabrik besar yang bukan hanya mengejar laba, tetapi juga mencoba bertanggung jawab. Dunia industri sesekali masih bisa memberi kejutan.(ms2/ns)
%20(1)%20(1).png)