Akibat Efisiensi Anggaran,Kapal Patroli KPLP Lahewa Nganggur.
Kamis, 21 Mei 2026
Nias Utara,Medanbintang//Kapal patroli milik Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Lahewa dilaporkan jarang beroperasi akibat dampak efisiensi anggaran.
Hal tersebut disampaikan Adit, bagian pengawasan pelabuhan di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Lahewa, Kamis (21/5/2026).
“Kapal patroli kami di KPLP Lahewa sudah lama nganggur karena efisiensi anggaran,” ujar Adit.
Menurutnya, kapal patroli kini hanya digunakan dalam situasi mendesak karena tingginya biaya operasional, terutama kebutuhan bahan bakar minyak.
Adit menjelaskan biaya operasional kapal patroli cukup besar sehingga anggaran untuk bahan bakar tidak selalu tersedia.
Akibatnya, aktivitas patroli laut yang biasanya dilakukan secara rutin kini menjadi sangat terbatas.
“Kapal patroli digunakan ketika situasi mendesak saja akibat efisiensi anggaran. Minyak untuk operasional kapal tidak tersedia,” katanya.
Kondisi tersebut disebut berdampak terhadap aktivitas pengawasan laut di wilayah perairan Lahewa.
Saat awak media mendatangi kantor KPLP Lahewa, suasana terlihat cukup sepi. Hanya satu petugas tampak berjaga di pintu masuk kantor.
Namun setelah beberapa saat, sejumlah pegawai mulai terlihat berdatangan ke kantor tersebut.
Adit menyebutkan jumlah pegawai di kantor KPLP Lahewa mencapai 38 orang yang terdiri dari PNS, PPPK, dan PPPK PW.
Selain membahas operasional patroli laut, Adit juga menjelaskan aktivitas kapal penumpang di Pelabuhan Lahewa saat ini tergolong minim.
Menurutnya, hanya satu kapal penumpang yang rutin bersandar di pelabuhan tersebut, yakni Kapal Perintis Malahayati.
Kapal itu melayani rute tujuan Sinabang dengan jadwal keberangkatan sekitar tiga kali dalam sebulan.
“Penumpangnya sangat minim, paling banyak sekitar 10 orang setiap keberangkatan,” jelas Adit.
Kondisi minimnya aktivitas penumpang dan keterbatasan operasional kapal patroli menjadi gambaran tantangan yang dihadapi sektor pelabuhan di wilayah kepulauan tersebut.(@1)
