Korban Penganiayaan Meminta Kepada Polres Asahan Segera Tangkap Pelakunya.
Selasa, 08 September 2026
Asahan.medanbintang//Empat korban penganiayaan oleh diduga Satpam PT BSP yang terdiri dari Leo Nardo (23), Supri Yadi (28), Nanda Rasa (25) dan Supriadi (46) masih terus menanti proses penanganan laporan polisi yang mereka buat dan meminta agar Polres Asahan segera lakukan penangkapan terhadap pelaku berinisial D beserta rekan-rekannya.
Keempat korban juga mengaku telah melakukan visum et revertum pada malam kejadian.
Namun hingga saat ini belum ada pemberitahuan dari kepolisian, kapan hasil visum tersebut keluar dari Rumah Sakit.
"Kami berempat malam itu langsung melakukan visum dan diantar oleh polisi ke rumah sakit, tapi sampai hari ini belum ada pemberitahuan kapan hasilnya keluar," ungkap Supriadi (46) yang merupakan ayah kandung Leo Nardo kepada wartawan, Senin (07/09/26).
Masih kata Supriadi, kondisi anak kandungnya itu hingga kini masih harus terbaring lemah karena luka dari enam jahitan di pelipis matanya semakin memar.
Bahkan bola mata Leo Nardo semakin mengkhawatirkan akibat dipukul dan dianiaya oleh diduga sekelompok Satpam PT BSP di area kampung, tepatnya di Jalan Pakis Lingkungan I Kelurahan Siumbut Baru Kecamatan Kota Kisaran Timur, Jumat (04/09/26).
Supriadi kembali menegaskan bahwa anaknya beserta korban lainnya sama sekali tidak pernah terlibat kasus pencurian tandan buah sawit milik PT BSP yang letaknya berbatasan dengan Jalan Pakis.
"Anak ku itu pekerja meubel, dia bekerja sama mertuanya di Pasar Lama dan tidak pernah terlibat dengan kasus apapun.
Boleh dichek di kepolisian, jika memang anak ku pernah terlibat kasus pencurian," katanya menegaskan.
Dirinya pun berharap agar pihak kepolisian Polres Asahan dapat segera memproses laporan polisi yang telah dibuatnya.
"Akibat kejadian yang menimpa kami, sampai hari ini semua korban masih trauma dan tidak dapat bekerja seperti biasa.
Kami memohon kiranya polisi dapat segera memproses laporan kami dan memberi efek jera terhadap para pelaku," harapnya.
Terkait hal ini wartawan pun kemudian mencoba kembali melakukan konfirmasi kepada Kepala Pengamanan (Papam) maupun Humas PT BSP Area Kisaran.
Sayangnya, hingga laporan ini dimuat, baik Kepala Pengamanan maupun Humas PT BSP masih enggan memberikan keterangan. (Tim)
