STIK-P Medan Gelar Kuliah Umum Zikir Hypermetafisika : Solusi Komunikasi Spiritual & Kesehatan di Era Digital Melalui Integrasi Sains & Hyper Metafisika
Jumat, 18 September 2026
MedanBintang-MEDAN, 18 September 2026 – Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIK-P) Medan menyelenggarakan ceramah umum dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) TA 2026/2027 dengan topik “Teknologi Komunikasi: Zikir Hypermetafisika – Mengenal Diri, Hadir, Bersama Allooh dengan Sinergis, Harmonis, Integrated & Berkesinambungan melalui Anatomi - Fisiologi - Komputasi (Python)” . Acara ini berlangsung di Aula Utama Kampus STIK-P Medan, Jalan Sisingamangaraja No. 84 Medan .


Kegiatan ini menghadirkan akademisi sekaligus ahli ilmu metafisika tasawuf dan fisika material, Kiyai Khalifah Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si., M.Si. (Dosen Fisika FMIPA Universitas Sumatera Utara) , yang nantinya pada acara hari "H" nya didampingi oleh Ketua STIK-P Medan, Dr. H. Sakhyan Asmara, M.SP. .
Dalam pemaparannya, Dr. M. Sontang Sihotang menjelaskan bahwa Zikir Hypermetafisika merupakan pendekatan ilmiah yang memadukan ajaran Tasawuf (Al-Qur'an, Hadis Qudsi, dan pemikiran ulama seperti Imam Al-Ghazali) dengan disiplin IPTEK modern (Fisika, Biologi / Anatomi-Fisiologi, Komputasi Python & Analisis Sinyal Bio-EEG).

Poin Utama Pemaparan Zikir Hypermetafisika:
- Analisis Bio-Spiritual EEG (Python): Pengukuran sinyal gelombang otak menunjukkan bahwa aktivitas zikir membangkitkan Dominansi Gelombang Alfa (8–12 Hz) yang menciptakan ketenangan mendalam, menurunkan dominansi gelombang Beta yang identik dengan stres & ego.
- Konsep Zikir Jahar & Zikir Khofi:
- Zikir Jahar (Lisan / Loud): Menggerakkan vibrasi fisik / akustik untuk menyeimbangkan energi tubuh.
- Zikir Khofi (Tersembunyi / Batin): Dilakukan dengan menempelkan lidah ke langit-langit mulut untuk terhubung secara anatomis-neurologis menuju area Sella Turcica (kelenjar pituitari / hipofisis) di otak.
- Integrasi 7 Pusat Simpul Anatomi-Fisiologi : Menyatukan 7 simpul tubuh (mulai dari Kepala / Otak, Leher-Servikal, Dada / Jantung & Paru, Perut Atas, Perut Bawah, Panggul, hingga Sakrum-Lumbosakral) sebagai laluan proses Zikir, Tafakkur, Tazakkur & Dawam Hypermetafisika.
Sinoatrial Node (SAN) sebagai God Spot : Mengacu pada kajian Imam Al-Ghazali, Sinoatrial Node (SAN) pada jantung bukan sekadar pacu jantung alami, melainkan Titik Hati / Mata Batin (Instinct Bioelectric), pancaran cahaya ketauhidan (Nur Ilahiyah) untuk ma'rifatulloooh.
"Tubuh adalah alat, kesadaran adalah tujuan. Melalui zikir yang terukur secara analitis-fisiologis & komputasional, kita membentuk generasi milenial berkarakter, berilmu & berkarya untuk dunia," tegas Kiyai Sihotang .
Sesi Wawancara Investigasi dengan Pembicara dengan Jurnalis ;
"Selamat sore Pak Dr. Sontang. Konsep Zikir Hypermetafisika ini terasa sangat unik karena menggabungkan zikir dengan komputasi Python & Bio-EEG. Bisakah Bapak jelaskan bagaimana sains membaca zikir ini?"
Dr. M. Sontang Sihotang (ms2):
"Selamat sore rekan-rekan media. Secara ilmiah, zikir bukan sekadar amalan lisan, tapi memiliki efek elektromagnetik & fisiologis pada tubuh. Dalam analisis rekayasa sinyal Bio-Spiritual EEG berbasis Python yang kami uji secara standar / sederhana dengan data yang telah ada di Library Phyton, saat seseorang melakukan zikir khofi atau jahar, spektrogram frekuensi menunjukkan lonjakan drastis pada Dominansi Gelombang Alfa (sekitar 10 Hz).
Gelombang Alfa ini menandakan kondisi ketenangan, penurunan tingkat stres & fokus spiritual mendalam. Sebaliknya, dominansi gelombang Beta (stres / ego) langsung tertekan turun. Jadi, sains komputasi membuktikan bahwa zikir membawa dampak nyata pada ketenangan sistem saraf pusat manusia."
Sesi Pendalaman Zikir Khofi, Jahar & Anatomi Fisiologi Tubuh
"Pak Khalifah Sihotang, di materi tadi disebutkan teknik Zikir Khofi dengan menempelkan lidah ke langit-langit mulut yang terhubung ke Sella Turcica. Bagaimana mekanisme anatomisnya ?"
Dr. M. Sontang Sihotang:
"Ya, dalam amalan Zikir Khofi (misalnya pada tradisi Naqsabandiyah), posisi menempelkan lidah ke langit-langit atas bukan tanpa alasan. Secara anatomi, area tersebut berbatasan langsung dengan dasar tengkorak di mana terdapat Sella Turcica—tempat bersemayamnya kelenjar Hipofisis/Pituitari.
Kelenjar ini adalah 'master gland' pengatur hormon tubuh. Tempelan lidah dan transmisi gelombang batin ini mengaktifkan aliran sinyal bio-listrik ke sistem limbik dan otak, menyatukan 7 simpul anatomi (dari otak, leher, dada, hingga sakrum) dalam satu kesadaran Rabbaniyah."
"Lalu bagaimana dengan Sinoatrial Node (SAN) pada jantung yang Bapak sebut sebagai penemuan Imam Al-Ghazali jauh sebelum ahli barat?"
ms2 :
"Imam Al-Ghazali dalam karya-karyanya seperti Ihya Ulumiddin & Kimiyya'us Sa'adah sudah membahas Mata Batin atau God Spot. Dalam ilmu kedokteran modern, ini identik dengan Sinoatrial Node (SAN)—simpul saraf pacu jantung alami.SAN menghasilkan Instinct Bioelectric atau impuls listrik alami yang memicu denyut jantung. Saat ditautkan dengan Zikir Jahar & Khofi, SAN memancarkan gelombang ketauhidan (Nur Ilaaahiyah) ke seluruh aliran darah & organ tubuh. Denyut jantung menjadi selaras dengan gelombang zikir"
Sesi : Relevansi untuk Mahasiswa & Generasi Milenial
"Pertanyaan terakhir Pak Sihotang, apa pesan utama yang ingin Abangda sampaikan kepada mahasiswa baru STIK-P Medan melalui materi ini ?";
"Pesan utamanya: Tubuh adalah alat, kesadaran adalah tujuan. Mahasiswa ilmu komunikasi di era digital ini harus cerdas secara intelektual & teknologi serta Wawasan (seperti pemograman Python / ICT), tapi tidak boleh lepas dari akar spiritualitasnya (Al-Qur'an & Hadis serta Zikirulloh setiap nano detik).
Dengan memahami Zikir Hypermetafisika, kita mencetak generasi milenial berkarakter, berilmu & berwawasan 2050 siap berkarya untuk dunia tanpa kehilangan kedekatan dengan Allooo Subhana wa Ta'ala"
Jurnalis Media on line ;
"Baik, terima kasih kepada Abangda Sihotang", Selamat, Tahniah & Horas, Horas, Horas...,.


.jpg)










